Strategi Baru Setelah Honda Alami Kerugian Besar di Sektor EV
- account_circle Nur Rohmawati
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

nusantaratv.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Honda alami kerugian finansial yang signifikan untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada tahun 1957. Laporan tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026 menunjukkan bahwa raksasa otomotif asal Jepang ini mencatatkan rugi bersih sebesar 423,94 miliar yen. Hal ini setara dengan Rp 47,1 triliun.
Situasi ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang masih membukukan laba bersih sebesar 835,84 miliar yen. Meskipun angka penjualan global secara keseluruhan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,5 persen menjadi 21,80 triliun yen, lonjakan omzet tersebut belum mampu menahan beban restrukturisasi yang sangat masif.
Faktor Utama yang Membuat Honda Alami Kerugian

honda-indonesia.com
Peningkatan penjualan kosmetik tidak cukup untuk menutupi tingginya biaya koreksi strategi elektrifikasi. Penurunan tajam juga terlihat pada laba operasional yang merosot menjadi rugi 414,35 miliar yen.
Menanggapi kondisi ini, pihak manajemen mengakui keseriusan situasi finansial saat ini. Lalu langsung mengambil tindakan cepat guna menstabilkan kembali neraca keuangan perusahaan serta menghentikan penurunan performa secepat mungkin.
Beban restrukturisasi dari sektor kendaraan listrik murni (EV) menjadi pemicu utama mengapa Honda alami kerugian dalam skala sedemikian besar. Penghapusan aset akibat pembatalan beberapa proyek EV memaksa perusahaan membukukan beban hingga 1,58 triliun yen. Angka tersebut jauh melampaui estimasi awal yang telah diperhitungkan sebelumnya.
Selain itu, proyeksi kerugian tambahan dari divisi EV untuk tahun berjalan diperkirakan masih akan menyentuh angka 500 micro-miliar atau sekitar 500 miliar yen.
Langkah efisiensi ekstrem pun terpaksa diambil demi menekan pembengkakan biaya operasional. Pengembangan tiga model EV untuk wilayah Amerika Utara resmi dihentikan. Sementara rencana pembangunan pabrik baterai serta perakitan kendaraan listrik di Kanada dibekukan untuk waktu yang belum ditentukan.
Tekanan di pasar global turut memperparah keadaan Honda alami kerugian. Terutama dengan penurunan penjualan mobil sebesar 8,9 persen di pasar China. Kebijakan tarif impor mobil Jepang ke Amerika Serikat juga menambah beban pengeluaran baru yang cukup signifikan bagi korporasi.
Mengubah Arah dan Menjadikan Teknologi Hybrid sebagai Senjata Utama

hondaeastcincy.com
Guna mengatasi tekanan finansial, arah kebijakan bisnis global kini dialihkan secara agresif ke pengembangan teknologi hybrid. Rencana jangka panjang yang semula menargetkan elektrifikasi total pada tahun 2040 telah direvisi secara realistis.
Sebagai gantinya, target baru ditetapkan untuk meluncurkan 15 model hybrid baru secara global hingga tahun 2030. Siasat ini diperkuat dengan pengenalan dua model prototipe masa depan, yaitu Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype yang dijadwalkan masuk jalur produksi dalam dua tahun ke depan.
Fokus baru ini didukung oleh pengalihan investasi besar-besaran. Dari total anggaran investasi hingga tahun 2029 yang mencapai 6,2 triliun yen, sebagian besar dana kini dialokasikan khusus untuk pengembangan mesin bensin dan teknologi hybrid. Sebaliknya, porsi investasi untuk kendaraan listrik murni dipangkas secara drastis menjadi hanya 0,8 triliun yen.
Penyesuaian fasilitas produksi juga mulai berjalan, termasuk mengoptimalkan kapasitas pabrik di Ohio, Amerika Serikat, agar sepenuhnya siap merakit kendaraan hybrid. Langkah lokalisasi komponen dan kolaborasi strategis produksi baterai bersama mitra global seperti LG Energy Solution turut dioptimalkan demi menekan ketergantungan impor dan mengamankan rantai pasok.
Optimisme Bangkit
Transformasi strategi ini membawa angin segar dan optimisme baru meskipun saat ini Honda alami kerugian yang cukup mendalam. Pemangkasan biaya produksi hingga 30 persen serta peningkatan efisiensi bahan bakar pada platform hybrid generasi baru tahun 2027 diharapkan menjadi kunci pemulihan performa.
Sektor sepeda motor yang mencetak rekor penjualan global sebesar 22,10 juta unit. Ini berkat permintaan kuat di India dan Brasil juga menjadi penyokong stabilitas perusahaan yang sangat andal.
Strategi setelah Honda alami kerugian ini melalui peta jalan baru yang menitikberatkan pada teknologi hybrid dan penyesuaian produk di berbagai kawasan strategis. Target laba bersih sebesar 260 miliar yen untuk tahun ini diyakini dapat tercapai demi membawa bisnis kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat.
Wina.co.id adalah platform jual beli online yang mempertemukan penjual dan pembeli (otomotif, properti, elektronik, peralatan rumah tangga dan lain-lain) dalam satu tempat yang aman, mudah, dan terpercaya. Klik wina di sini !
- Penulis: Nur Rohmawati




Saat ini belum ada komentar