Teknologi Autonomous VLA 2.0 XPENG di Guangzhou Hadirkan Sensasi Berkendara Pintar Layaknya Manusia
- account_circle Nur Rohmawati
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

carvaganza.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Produsen otomotif asal Negeri Tirai Bambu kian gencar memamerkan taringnya dalam mengembangkan teknologi masa depan. Salah satu hal utama yang terus digenjot adalah sistem kemudi otomatis. Dalam peta persaingan global, teknologi autonomous VLA 2.0 oleh XPENG baru-baru ini mencuri perhatian.
XPENG memang menjadi salah satu pabrikan yang paling agresif dalam merancang inovasi swakemudi cerdas ini. Berpusat di Guangzhou, Cina, XPENG belum lama ini mengundang salah satu media otomotif tanah air untuk melihat secara langsung dan merasakan impresi perdana dari sistem kemudi pintar terbaru mereka. Kesempatan ini memberikan gambaran nyata seberapa jauh lompatan teknologi yang berhasil mereka capai.
Mengenal Teknologi Autonomous VLA 2.0 XPENG
Berbeda dengan sistem kemudi otomatis konvensional yang kaku membaca marka jalan statis, teknologi autonomous VLA 2.0 membawa pendekatan radikal berupa arsitektur end-to-end AI. XPENG mengategorikan inovasi ini ke dalam ranah “Physical AI”. Ini adalah kecerdasan buatan yang dirancang untuk berinteraksi dan memahami dunia nyata secara langsung, bukan sekadar memproses data digital di atas kertas.
Otak di balik performa impresif ini ditopang oleh Turning AI Chip yang sanggup mengeksekusi jutaan data visual secara instan. Guna mencapai titik kematangan yang natural, XPENG telah melatih AI ini menggunakan lebih dari 100 juta klip skenario berkendara nyata. Langkah tersebut memastikan kendaraan tetap andal saat dihadapkan pada situasi lalu lintas yang kompleks.
Pengalaman Nyata Menjajal Fitur VLA 2.0 di Jalanan Padat

carvaganza.com
Setelah menyelesaikan administrasi izin mengemudi (SIM) setempat, pengujian dilakukan menggunakan model XPENG G7 di tengah padatnya arus lalu lintas kota Guangzhou. Tim tamu diberikan alokasi waktu berkendara selama 30 menit dengan konfigurasi setir kiri untuk menyusuri jalanan besar hingga jalan lingkungan yang sempit.
Untuk mengaktifkan teknologi autonomous VLA 2.0, pengemudi cukup menekan tuas kontrol ke arah bawah sebanyak dua kali berturut-turut. Sebagai catatan teknis, fitur canggih ini hanya dapat bekerja apabila rute navigasi tujuan telah ditentukan sebelumnya di dalam sistem map kendaraan. Untuk menonaktifkannya, pengemudi cukup menginjak pedal rem.
Sepanjang perjalanan, pergerakan kemudi otomatis ini terasa luar biasa halus layaknya dikemudikan oleh manusia. Sistem mampu mengalkulasi deselerasi dengan sangat mulus saat mendekati lampu merah, serta menghentikan laju kendaraan tepat di belakang marka. Ketika melakukan manuver berbelok, sensor pintar di sekeliling bodi mobil mendeteksi rintangan dengan akurat, menghilangkan efek guncangan yang berpotensi memicu rasa mual.
Kemampuan Membaca Batas Kecepatan dan Kondisi Jalan

carvaganza.com
Sistem navigasi ini secara aktif menampilkan informasi batas kecepatan maksimal pada layar monitor. Ketika mendeteksi adanya kendaraan yang berjalan lambat di depan, teknologi autonomous VLA 2.0 secara otomatis akan mengambil keputusan untuk mendahului dengan pergerakan lajur yang rapi dan halus. Selain itu, pengemudi juga bisa memerintahkan perpindahan jalur secara manual, cukup dengan mengaktifkan lampu sein ke arah yang dituju.
Kehebatan lain dari AI berbasis VLA ini adalah jangkauan analisanya yang mampu memprediksi kondisi jalan hingga sejauh 200 meter ke depan. Sistem tetap bekerja optimal meski harus melewati jalanan yang padat, koridor sempit, ataupun jalur tanpa marka jalan. Bahkan, teknologi ini sanggup memindai tinggi-rendahnya trotoar pedestrian serta mencari rute alternatif secara mandiri jika jalur utama terhambat.
Respons Cerdas Terhadap Isyarat Petugas dan Protokol Keselamatan

carvaganza.com
Satu hal yang paling mengagumkan dari teknologi autonomous VLA 2.0 adalah kemampuannya dalam membaca gestur tubuh atau isyarat tangan dari petugas kepolisian di jalan raya. Mobil akan merespons dengan tepat apakah harus berhenti atau melanjutkan perjalanan sesuai arahan fisik petugas tersebut. Tidak hanya itu, sistem ini juga mampu mendeteksi durasi hitung mundur lampu merah di beberapa titik persimpangan jalan.
Secara klasifikasi, kemampuan VLA 2.0 ini sudah mengarah pada spesifikasi autonomous driving Level 4, di mana kendaraan bisa berjalan mandiri dengan intervensi manusia yang sangat minimal. Namun, karena fitur ini masih terus dikembangkan, XPENG menerapkan aturan ketat di mana pengguna wajib mengikuti pelatihan terstruktur terlebih dahulu guna memperoleh sertifikasi resmi sebelum bisa mengoperasikannya.
Kehadiran teknologi autonomous VLA 2.0 menjadi bukti nyata bahwa dominasi teknologi kemudi otomatis global tidak lagi hanya berpusat pada Tesla. Melalui integrasi kecerdasan buatan yang matang, pemahaman konteks jalanan yang adaptif, serta pembuktian performa riil di jalur padat Guangzhou, XPENG mulai menunjukkan taringnya sebagai salah satu pemain terdepan di era mobil pintar masa depan.
Wina.co.id adalah platform jual beli online yang mempertemukan penjual dan pembeli (otomotif, properti, elektronik, peralatan rumah tangga dan lain-lain) dalam satu tempat yang aman, mudah, dan terpercaya. Klik wina di sini !
- Penulis: Nur Rohmawati




Saat ini belum ada komentar