Kabar Mengejutkan, Mantan Bos Red Bull Racing Dikabarkan Bakal Pimpin Tim F1 BYD
- account_circle Edita N
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

crash.net
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dunia balap Formula 1 (F1) baru saja diguncang oleh spekulasi menarik mengenai sosok yang sangat familiar di paddock. Christian Horner, yang merupakan mantan bos Red Bull racing, kabarnya sedang menjajaki pembicaraan serius untuk memimpin langkah raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD. Hal ini dilakukan dalam upaya mengejar ambisi mereka menembus kasta tertinggi balap dunia.
Langkah Baru Mantan Bos Red Bull Racing Setelah Masa Vakum
Seperti para penggemar F1 ketahui, Horner harus menepi dari posisinya di Red Bull pada pertengahan musim 2025. Kepergiannya kala itu menandai akhir perannya dari era balap tersebut. Mulai dari tuduhan perilaku tidak pantas hingga performa tim yang sempat mengalami penurunan drastis. Kini, setelah masa larangan bekerja di tim lain dalam kontraknya selesai, pria yang dulu memimpin Red Bull ini akhirnya boleh kembali bekerja di dunia balap.
Ketertarikan Horner terhadap tantangan baru memang bukan rahasia lagi. Sebelum namanya terkait dengan BYD, ia sempat santer ingin mengakuisisi saham di tim Alpine. Namun, rencana tersebut meredup setelah Mercedes kabarnya masuk dalam perburuan 24 persen saham tim asal Prancis itu.
Berdasarkan laporan dari The-Race.com pada Senin (25/5/2026), fokusnya kini beralih sepenuhnya ke arah timur. Sinyal kedekatannya dengan BYD terlihat jelas saat ia menghadiri Festival Film Cannes baru-baru ini. Ia juga mengunjungi ke paddock MotoGP di Sirkuit Jerez, Spanyol, serta gelaran Formula E di Monako.
Strategi BYD Masuk ke Grid F1

crash.net
Sebagai produsen kendaraan listrik (EV) dengan skala operasional terbesar di dunia, BYD tentu tidak akan masuk ke F1 tanpa perhitungan matang. Berdasarkan informasi yang beredar, raksasa Tiongkok ini setidaknya memiliki dua jalur strategi. Pertama, mereka bisa mendaftar sebagai tim ke-12 yang benar-benar baru. Kedua, opsi lebih realistis adalah melakukan akuisisi penuh terhadap tim yang sudah eksis di grid saat ini.
Ambisi mantan bos Red Bull ini bukan hanya sebagai sosok manajer. Ia kabarnya menginginkan kendali yang sama seperti saat ia memimpin Red Bull. Baik melalui kepemilikan saham finansial maupun otoritas penuh atas regulasi teknis dan operasional tim. Tantangan terbesarnya saat ini adalah ketidakpastian lini masa.
Proses pendaftaran resmi ke FIA tentu memerlukan waktu panjang dan dana yang tidak sedikit. Terutama dengan adanya regulasi F1 2031 yang akan kembali mengedepankan mesin V8 dengan porsi elektrifikasi lebih kecil. Situasi ini cukup membingungkan bagi BYD, yang selama ini justru terkenal di bidang baterai dan mobil listrik.
Dukungan FIA dan Potensi Ekonomi

pikiranrakyat.com
Meskipun jalan menuju grid F1 masih panjang, otoritas tertinggi balap dunia menunjukkan sinyal positif. Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, dalam sebuah kesempatan tahun lalu secara terbuka memberikan dukungan terhadap pabrikan Tiongkok. “Jika ada pabrikan Tiongkok yang tertarik, saya berbicara atas nama FOM, mereka akan menyetujuinya karena ini demi mempertahankan bisnis,” ungkap Ben Sulayem. Ia menambahkan, masuknya produsen asal Tiongkok ini pasti akan membawa banyak investasi besar bagi dunia F1.
Dukungan tersebut juga sejalan dengan pernyataan internal BYD. Executive Vice President BYD, Stella Li, dalam sebuah wawancara dengan SportMediaset, mengakui bahwa Formula 1 adalah panggung yang ideal untuk menguji teknologi mereka. Langkah ini sebagai cara strategis untuk memenangkan pasar global. Saat ini, pabrikan otomotif Barat tengah tertekan oleh banyaknya permintaan kendaraan listrik yang terjangkau dari Tiongkok. Berkat popularitasnya terus menanjak, F1 menjadi tempat yang paling menarik bagi produsen untuk memamerkan kecanggihan teknologi mereka.
Kehadiran nama-nama besar seperti Audi, Honda, dan Ford telah memanaskan persaingan di grid F1. Kini, kehadiran BYD di bawah pimpinan seorang mantan bos Red Bull yang sarat pengalaman tentu akan membuat peta persaingan menjadi jauh lebih sengit. Dunia otomotif kini menanti apakah kolaborasi ini akan benar-benar terwujud dalam waktu dekat atau tidak.
Untuk mendapatkan informasi terkini seputar ragam otomotif, silakan mengunjungi laman website wina.co.id. Website Wina.co.id merupakan platform jual beli online yang mempertemukan penjual dan pembeli otomotif, properti, elektronik, peralatan rumah tangga, dan lainnya dalam satu tempat yang aman, mudah, dan terpercaya. Klik wina di sini!
- Penulis: Edita N




Saat ini belum ada komentar