Adaptasi Toprak Razgatlioglu di MotoGP Tuai Sorotan, Dianggap Makin Mirip Fabio Quartararo
- account_circle Edita N
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Adaptasi Toprak Razgatlioglu di MotoGP mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski masih menjalani musim berat bersama Pramac Racing, pembalap asal Turki tersebut telah belajar banyak hal. Bahkan perlahan dinilai mulai memahami karakter motor MotoGP yang jauh berbeda dari tipe WorldSBK miliknya selama ini.
Adaptasi Toprak Razgatlioglu di MotoGP Makin Menggigit

MotoGP Catalunya menjadi salah satu seri yang cukup berat bagi Toprak Razgatlioglu. Ia harus memulai balapan dari posisi paling belakang setelah mengalami kendala sepanjang sesi kualifikasi. Pada Sprint Race, Toprak hanya mampu finis di depan wildcard Yamaha, Augusto Fernandez.
Sementara itu, di balapan utama yang sempat dua kali berhenti akibat red flag, Toprak sebenarnya berhasil finish di posisi ke-15. Sekaligus sudah sempat mengamankan satu poin. Sayangnya, penalti tekanan ban membuatnya turun ke urutan ke-16 bersama rekan setimnya, Jack Miller.
Meski hasil akhirnya belum memuaskan, tim melihat adanya perkembangan penting dari sisi teknik membalap Toprak. Gino Borsoi menilai pebalap Turki tersebut sebenarnya tidak tampil buruk, melainkan masih terbawa gaya balap khas WorldSBK.
Gaya Balap WorldSBK Masih Melekat
Menurut Borsoi, tantangan terbesar Toprak saat ini adalah mengubah metode membalapnya. Motor MotoGP memiliki karakter yang jauh lebih agresif dari kendaraan di WorldSBK. Terutama dari sisi pengereman, akselerasi, hingga performa ban.
Karena sudah bertahun-tahun membalap di WorldSBK, Toprak secara alami masih menggunakan teknik yang biasa ia pakai di kejuaraan tersebut. Padahal, MotoGP membutuhkan gaya berkendara berbeda agar pebalap mampu memaksimalkan potensi motor.
Borsoi menjelaskan bahwa proses perubahan gaya balap bukan sesuatu yang bisa ia lakukan secara instan. Seorang rider perlu waktu untuk memahami karakter motor sekaligus membangun kepercayaan diri di lintasan.
Proses Adaptasi Membutuhkan Kesabaran

Borsoi turut menegaskan bahwa proses adaptasi Toprak Razgatlioglu di MotoGP kerap membuat pembalap harus rela kehilangan waktu terlebih dahulu. Sebelum akhirnya benar-benar menemukan performa terbaiknya.
Menurutnya, situasi tersebut tidak mudah karena setiap rider tentu ingin segera mendapatkan hasil positif di setiap balapan. Namun pada kasus Toprak, tim memahami bahwa perubahan besar memang sedang terjadi.
Ia mengatakan bahwa Toprak kini mulai mencoba metode baru saat memasuki tikungan maupun saat membuka gas keluar tikungan. Dalam proses itu, sang pembalap harus belajar meninggalkan sebagian gaya lamanya dari WorldSBK.
Borsoi bahkan menggambarkan proses tersebut seperti mundur dua langkah sebelum akhirnya bisa melompat lebih jauh ke depan. Ia percaya pengorbanan yang Toprak lakukan saat ini akan memberikan hasil besar ketika semuanya mulai sinkron.
Mirip Fabio Quartararo
Hal paling menarik dari adaptasi Toprak di MotoGP terlihat di data telemetri Yamaha. Dari sejumlah sektor lintasan, Borsoi melihat Toprak mulai menggunakan pola membalap yang mirip dengan Fabio Quartararo.
Quartararo sendiri selama ini populer sebagai salah satu pembalap Yamaha yang paling mampu memaksimalkan karakter motor MotoGP. Khususnya saat menjaga kecepatan di tikungan. Menurut Borsoi, Toprak kini mulai belajar memahami teknik tersebut. Potensi besar yang ia miliki terlihat sedikit demi sedikit dalam beberapa sesi balapan terakhir.
Tak hanya dari gaya membalap, peningkatan performa juga mulai tampak dari catatan waktunya. Dalam beberapa momen balapan di Catalunya, gap Toprak dengan rombongan depan hanya berkisar setengah detik.
Lap terbaiknya bahkan tercatat hanya terpaut 0,630 detik dari pemenang balapan, Fabio Di Giannantonio. Sementara jika membandingkan dengan catatan terbaik Quartararo, selisih waktunya kurang dari 0,2 detik.
Data tersebut jadi pertanda positif bagi perjalanan Toprak di MotoGP. Meski hasil akhir belum maksimal, progres yang terlihat menunjukkan adaptasi Toprak Razgatlioglu mulai berada di jalur yang tepat. Ke depan, Pramac Racing yakin akan terus memberikan waktu bagi Toprak untuk berkembang. Jika proses adaptasi berjalan konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu pembalap kompetitif dalam beberapa musim mendatang.
Wina.co.id adalah platform jual beli online yang mempertemukan penjual dan pembeli (otomotif, properti, elektronik, peralatan rumah tangga dan lain-lain) dalam satu tempat yang aman, mudah, dan terpercaya. Klik wina di sini !
- Penulis: Edita N




Saat ini belum ada komentar